Menjadi Pemain

photography of man surfing
Photo by alexandre saraiva carniato on Pexels.com

Para pemain tercatat Indonesia (list of players) dari database ITTF.

Untuk menampilkan statistik para pemain, klik salah satu link dibawah ini. Akan terbuka sebuah jendela baru berisi daftar semua pemain yang ditampilkan di panel kiri. Klik salah satu nama pemain dan detil statistik akan ditampilkan di bagian kanan halaman.

  1. Pemain Putra (Male). Link ke database ITTF
  2. Pemain Putri (Female). Link ke database ITTF
  3. Ranking ITTF Pemain Indonesia, laki-laki.
  4. Ranking ITTF Pemain Indonesia, wanita.
  5. Ranking Pemain ITTF, disini.

23 comments

  1. maaf ya kalo tidak sopan, saya mau tanya apakah ada tempat pelatihan tenis meja di wilayah jakarta utara? tolong kirim jawaban nya ke e-mail saya…

    terima kasih

    Suka

  2. Hallo, saya juga nanyain nih, adakah tempat pelatihan tenis meja di daerah bekasi dan sekitarnya..
    kalo ada, Mohon dibalas ke email saya

    terimakasih.. salam olahraga..!!

    Suka

  3. Hallo,saya Yudi ada di Parung juga menanyakan ada yang tau nggak, tempat latihan tennis meja didaerah Bogor dan sekitarrnya
    terima-kasih

    Suka

  4. Jika otodidak yang dimaksud adalah belajar tanpa sama sekali pernah belajar dari teori dan berlatih bersama pelatih, MAKA akan diperlukan pengorbanan waktu, biaya, tenaga, perasaan yang besar dengan menghabiskan waktu berpuluh tahun hanya untuk trial n error. Rasanya itu bukan cara bijak untuk digeluti jika teori dan pelatih bisa membantu dalam waktu bulanan.

    Setiap pemain terlatih ataupun berpengalaman, memiliki rahasia2 permainan tenis meja. Rahasia2 inilah yang sebenarnya JALAN PINTAS atau semacam JURUS AMPUH dalam segala aspek: Grip, cara melihat bola, cara bergerak, cara melompat, cara mengayun memukul bola, dan cara lainnya.
    Jika rahasia ini dikuasai oleh orang awam sekalipun hasilnya akan tetap sebaik pemain terlatih. Memang akan ada sedikit kekurangan dalam hal kecukupan fisik.
    Feeling juga diperlukan, tapi bagi seorang pemusik sudah memiliknya.

    Jadi, korbankanlah waktu, tenaga, pikiran, perasaan, uang untuk “membayar” ilmu mahal (rahasia2) dari pelatih-pelatih. Setelah mendapatkannya, lanjutkan dan kembangkan kemampuan dengan “otodidak”, walaupun tetap memerlukan seorang partner tidak sehebat pelatih, dan alat bantu seperti mesin dan lainnya.

    Coba baca ini:
    https://tenismejakita.wordpress.com/category/3-kata-suhu/100-langkah-melatih-junior/

    Selamat berlatih otodidak dan anda tidak sendirian, kabarnya JO Waldner juga “berotodidak” dengan abangnya dilab mereka.

    Suka

    • Salam berolahraga,,,

      Dari sisi prestasi keatlitan, berpengaruh pd jenjang-masa yg bisa diikuti, cth seleksi2 lembaga, daerah, nasional.

      Dari sisi kecukupan stamina tubuh, berpengaruh pd lamanya tubuh bisa gunukan utk bermain, juga recovery/pemulihan tubuh akibat kelelahan yg akan digunakan utk permainan2 selanjutnya.
      Dari sisi teknis, berpengaruh pada tinggi tubuh, kelenturan otot2, serta kekuatan.

      Umur 21, tentu masih bisa belajar dari dasar sampai mahir, dgn syarat tinggi tubuh yg cukup (>170cm), memiliki pengalaman olahraga sebelumnya. Tentu saja talent2 dan kecerdasan2 lain masih diperlukan.

      Bila latihan teratur dgn program dan pelatih yg bagus, maka 3 tahun kedepan sdr bisa bermain baik, artinya sdr menjadi berumur 24thn dan sdr masih banyak berpeluang.

      Pengalaman TeeMKa -yg mndalami latihan ktk berumur hampir 30th-, satu2nya kesulitan yg akan dihadapi adalah faktor kelelahan-tubuh krn usia mempengaruhi otot2 dan lainnya.

      Berfikir positive n optimis.

      Suka

  5. bgai mna cara kita menjaga fisik dan mental saat bertanding?.mohon di jawab

    Menjaga fisik.
    1. Tambah porsi latihan fisik dari yang sudah dilakukan.
    2. Perbaiki dgn mengoptimalkan penggunaan tenaga;
    + perbaikan grip dgn mengubah penggunaan otot2 jari ketika menggrip raket
    + perbaikan mekanisme pukulan = melihat lawan, jump to sycronize ball rhytm, gerakan awal freehand, putaran pinggang, bahu, tangan yang memegang raket, perbanyak cara menyentuh (touch) bola saat kontak.
    + perbaikan footwork = melihat lawan, jump to syn (vertikal), side step (horizontal), pergelangan kaki, bertumpu pada bahu telapak kaki.

    Dijamin jika itu semua diperbaiki akan mengiritkan penggunaan tenaga saat bertanding.
    Tenaga juga bisa “terkuras” disebabkan faktor mental yang tertekan, rasa takut, otot tubuh terkunci, dst.

    Masalah mental.
    1. Buang cara lama, perbaiki cara yg baru bermain tenis meja!
    Dengan perbaikan footwork (jump n step) dan mekanisme memukul saja masalh mental dapat diatasi.

    Karena rasa takut, itu disebabkan cara bermain yang salah, akibatnya bergerak “lambat”, tenaga terkuras, lawan “lebih cepat”, semua permainan anda “dibaca” oleh lawan, anda belum mampu bermain sesuai yang anda inginkan karena anda tak memiliki bekal.

    Setiap orang pasti mengalami itu dan terimalah kekalahan sbg energi untuk perbaikan ! 🙂

    Suka

  6. Dear pecinta TeeMKa,

    Berbicara tentang ortodidak, jika pemain sudah lebih 10 tahun bermain dan berlatih dengan type pukulan yang sudah membentuk sejak lama, apakah masih mungkin untuk dirubah, mohon tanggapan.

    salam,
    Wanto

    Tentu saja bisa, TeeMKa sudah membuktikannya. 😀
    Dari bermain pingpong dgn alat sekedarnya, tanpa teori dan jurus, pokoknya ada bola diatas dipukul sekeras2nya kembali.
    Berubah menjadi bermain tenis meja, dgn alat standar, dengan teori macam2+otodidak, jurus2 trial n error yang dibuat2 sendiri, dst.

    “Type Pukulan yang sudah terbentuk sejak lama”
    Ini semua bisa diubah dengan mengubah cara bermain lama (peralatan, grip, cara bergerak, cara melihat lawan, cara melihat bola, cara memukul, kembali ke posisi siap setelah memukul, memperbaiki kualitas pukulan dari kasar menjadi lebih halus, cara mengatur tenaga, penguasaan 3bola, permainan rally).

    Cobalah mengubah dalam hal:
    1. Menyiapkan fisik sampai batas awal tertentu.
    2. Mempertajam feeling; peralatan, tubuh, irama permainan, kecepatan bola.
    3. Memperbaiki pengetahuan ttg teknis peralatan.
    4. Ubah cara memegang raket (grip).
    5. Ubah cara memukul bola; tidak perlu sekuat dan sekeras2nya, tapi efisiensi transformasi tenaga tubuh menjadi sebuah gaya yg optimal dalam mengkontak bola.
    6. Ubah cara mengayun; tangan bebas, putaran pinggang, backswing, tumpuan kaki, ready position.
    7. Benahi footwork, cara melihat bola dan gerakan lawan scr bersamaan.

    ++ Intinya; ubah mind set ke zero, siapkan waktu beberapa minggu, latihan teratur, kerja keras untuk perbaikan dasar. Tentu saja harus ada yang MENGAWASI.
    ++ Benahi kemampuan dasar dengan seorang pelatih, kmdn lanjutkan dgn otodidak dgn pemain sesama otodidak atau sparing biasa yang tidak perlu sehebat pelatih.

    Selamat berlatih otodidak.

    Suka

  7. dear TeeMKa,

    Salam kenal, mohon pencerahannya saya seorang pemain penhold satu sisi dengan ini ingin menanyakan satu hal : untuk latian fisik dengan peralatan fitnes apa saja yang dapat kita lakukan agar kita dapat menambah selain kekuatan fisik juga tenaga pukulan dan posisi kuda2 yang kuat.

    saya sangat berterima kasih sekali atas saran-nya.

    regards
    Westton, cia yaoooo

    Suka

    • westton, kebetulan saya juga pemain pendhold dua sisi…kata pelatih saya dulu Ompek (Gungga) Ko asen (Indocement) paling efektif Loncat tali (skiping)..berguna menguatkan otot paha, tungkai kaki dan pergelangan tangan sama loncat katak..kalo peralatan fittnes yang sifatnya statis kurang cocok, mungkin treadmill untuk nguatin jantung .

      Suka

    • Penholder satu sisi.
      1. Lebih mudah dimainkan karena otak tidak bekerja dua sisi yg memerlukan perubahan pola kuda2 kaki sblm melakukan footwork sebelum mengeksekusi bola. Jadi, kuda2>Stance>Pola footwork>backswing dan eksekusi lebih sederhana dilakukan.
      Tetapi, memerlukan coverage area yang luas, yang harus ditangani oleh satu sisi, yang ujung2nya memerlukan KEKUATAN fisik dalam kecepatan bergerak.

      Kekuatan, bisa ditingkatkan dari:
      1. Kekuatan fisik/otot yg sebenarnya.
      2. Mengoptimalkan semua unsur gerakan.
      3. Mengoptimalkan mekanisme pukulan (kelanjutan dari #2).
      4. Pola irama footwork, yaitu jump dan side step.

      Untuk:
      #1 MElakukan semua latihan dasar; jogging, sprint, pushup, dst… dengan maupun tanpa menggunakan alat
      #2 dan #3 GErakan dimulai dari; mengatur kadar pukulan kepada lawan, memprediksi pukulan yg akan dibuat lawan dlm membalas pukulan yg dikirim, melihat terbang bola n menyesuaikan dgn gelombang tubuh, melihat gerakan lawan, menyamakan posisi tubuh ke ready stance ketika lawan sudah pasti mengeksekusi, berfootwork sesuai dgn kedatangan bola yg sesuai prediksi di awal2 tadi, backswing seirama bola memantul di meja sendiri, melakukan gerakan awal dgn freehand, memutar tubuh melentur utk memperbesar gaya, gerakan akhir pada touching raket dan bola datang bisa membentur gaya atau meneruskan gaya bola yang datang.
      #4 Ada 6 titik bola yang harus SESUAI posisinya dengan keadaan tubuh pemain. Untuk alasan taktis mengacaukan irama, 6 titik ini bisa dipersingkat menjadi 5 atau 4 saja.

      SEcara fisika, tumpuan yang kuat adalah yg terbaik ketika membentur bola, agar menang gaya melawan benturan bola. Tapi ini tidak cukup, masih diperlukan kelenturan tubuh agar mampu menciptakan percepatan (akselerasi, a), yaitu F=ma. Dgn massa (m) tubuh yg sama, tapi percepatan (a) meningkat, maka diperoleh gaya (F) yang lebih besar.

      Suka

    • Penholder satu sisi.
      2. Gaya bermainnya adalah menekan dengan agresif dimulai sejak serve maupun return, bila tekanan permainan tidak menghasilkan poin dan lawan bisa lebih cepat dan sanggup mengantispiasi, maka TIDAK ada lagi yg bisa dilakukan oleh gaya ini. Kecuali lawan2nya bermain dgn irama lebih LAMBAT.
      Artinya, serve harus bervariasi dan mematikan.
      Return yg menyerang mematikan di bola ke2, kalaupun terpaksa membuat push sbg transisi maka bola ke4 adalah miliknya.

      Suka

Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.