Sumber: https://www.experttabletennis.com/how-to-play-table-tennis/

Tidak ada penambahan materi-luar dari usaha penterjemahan ini.
Terdapat pemotongan paragraph untuk tujuan penyederhanaan materi.
Kesalahan penterjemahan dan makna, mungkin saja terjadi.


Hari 5 – Drive Backhand.

Untuk sebagian orang, belajar drive backhand merasa lebih mudah daripada drive forehand. Orang lain kebalikannya merasa lebih sulit. Karena tekniknya sangat berbeda sehingga kesulitan seperti itu wajar.

Tetapi pada prinsipnya persis sama. Anda ingin mengembangkan stroke yang terkontrol, konsisten dan akurat. Anda harus membidik target 100 shot dan mencoba melakukannya senyaman dan sealami mungkin dengan teknik ini.

Anda mungkin sudah memperhatikan Ma Long menunjukkan penggunaan ibu jari pada grip ketika membuat backhand. Banyak pemain meletakkan ibu jari mereka sedikit lebih tinggi pada karet ketika backhand, yang berguna untuk memberikan stabilitas lebih pada pukulan. Ini adalah salah satu alasan mengapa saya menyukai grip yang kendur yang santai (dari Hari 1) karena teknik grip seperti ini hanya menggunakan sedikit tenaga menjepit antara ibu jari dan jari telunjuk yang akan memungkinkan Anda mampu untuk menggunakan ibu jari Anda ketika backhand.

Namun, Anda tidak seharusnya melakukan perubahan besar pada grip, yaitu antara pukulan forehand dan pukulan backhand Anda. Meskipun Anda sering bisa berhasil dengan ini dalam sesi latihan dan rally, tapi ia benar-benar dapat gagal dalam pertandingan. Sementara Ma Long hanya tampak sedikit menyesuaikan posisi ibu jari ini antara pukulan forehand dan backhand dan gripnya kelihatan tetap tidak berubah.

Jika Anda perlu lebih detail, lihat kiriman blog saya How to Play a Drive Backhand.

Setelah Anda merasa nyaman dengan teknik backhand drive Anda harus berlatih menggabungkan pukulan forehand dan backhand, baik dalam latihan reguler (misalnya; satu forehand diikuti oleh satu backhand) maupun dalam permainan acak / tidak teratur.

-bersambung-