Pukulan Konsisten dalam Latihan Tenis Meja


Pertanyaan dan Jawaban.

Tentang konsentrasi dan pukulan yang kurang konsisten.

Jawaban.

Tentang konsentrasi.

Ini menyangkut kesehatan fisik. Penyebabnya secara medis, psikologis, kognitif dst. Dan yang paling mengetahui adalah orang yang bersangkutan atau  ahli kesehatan yang memeriksa.

Tips dari TeeMKa:

  1. Berbekam (alhijaamah) sekali sebulan.
  2. Konsumsi madu, jintan hitam, kurma, kismis, pegagan, minyak zaitun.
  3. Konsumsi MultiVitamin dan Mineral serta Zinc.
  4. Perbanyak minum air putih.
  5. Pijat otot setelah latihan.

Tentang Konsistensi Pukulan.

Komponen pembentuk pukulan stroke dalam latihan.

  1. Pikiran, irama.
    Pusat pikiran ada di Otak menurut medis barat. Pusat pikiran ada di Jantung menurut medis Islam, CMIIW.
    Dengan sensor yang ada di pikiran petenis bisa mengenali irama kecepatan terbang bola, untuk selanjutnya mensinkronkan dengan tubuhnya agar menyiapkan mengatur gerak dengan tepat ketika akan membuat pukulan. Sedikit keterlambatan gerakan akan muncul ketidakseimbangan tubuh yang menurunkan kualitas.
  2. Mata.
    Mata melihat lingkungan sekitar.
    Mata melihat Bola yang datang dan pergi ke dan dari tubuh.
    Diawal2 latihan, pemula melihat bola dari arah seberang meja, kontak, terbang melintasi net, memantul di meja sendiri, bola di samping atau di titik pukul.
    Di latihan lanjutan, mata melihat dengan cara berbeda, yaitu lebih kepada kontrol dan reflek.
  3. Kontak.
    Secara umum titik kontak bola dan raket adalah di tengah, untuk pukulan datar seperti smash. Bisa juga di titik jam 3, jam 9 atau jam 12, jam 6 ketika membuat topspin.
  4. Raket.
    Agar pukulan konsisten, Pastikan blade tidak cacat, kualitas bawaan pabrik. Demikian juga karetnya.
    Periksaa gluenya, agar dipasang merata ketebalanya dan tidak masuk angin di spt tertentu.
  5. Grip.
    Pemula biasanya memiliki otot2 jari yang lemah. Juga lemah di bagian pergelangan. Seiring waktu ini akan membaik. Latihan push up, raket replika yang beratnya 2x digunakan untuk mensimulasi pukulan dan memperkuat grip.
  6. Pergelangan.
    Latihan push up dan angkat dumbel berat 2x raket sekitar 400gram.
    Otot dilatih supaya lentur dan kuat, buka kaku dan keras.
  7. Ayunan.
    Mekanisme ayunan tangan sering diabaikan. Bagaimana cara mengayun agar menghasilkan kecepatan, kekuatan, balance.
    Kuncinya ada di freehand, yaitu tangan kiri jika racket hand adalah tangan kanan. Dan sebelum itu kumcinya ada di kekuatan kaki. Dari mana kaki mendapat sumber tenaga yang akan menyalur ke seluruh tubuh dan pukulan, yaitu “power from the ground”.
  8. Engsel Rotasi.
    Ketika mengayun, bagian tubuh yang lain ikut berputar seperti bahu, pinggang, lutut, gelang kaki, jari2 kaki. Seorang petenis bisa saja, hanya menggunakan putaran bahu dan pinggang saja ketika membuat pukulan, tetapi cara ini bisa berakibat cedera.
  9. Kaki.
    Diperlukan kaki yang kuat menapak sebagai tumpuan tubuh bagian atas. Semakin kuat kaki, maka gerak pemain akan semakin ringan, cepat, bertenaga dan endurance lebih baik.
    Latihan dengan jogging, sprint, lari menengah, renang, bersepeda, angkat beban.
  10. Power from the ground.
    Dari mana kekuatan pukulan diperoleh? Apakah dengan kekuatan ayunan tangan, atau blade yang cepat, atau karet dengan spesifikasi spin yang tinggi.
    Power itu datangnya dari tanah. Sebelum melakukan back swing (ayunan ke belakang), kedua kaki melakukan hentakan ke tanah untu mendapat gaya awal yang besar, yang kemudian diperbesar melalui gerakan anggota tubuh sebelum terjadi kontak.
  11. Body Weight Shift.
    Panjang ayunan ketika drive adalah dari  samping (tumpuan berat di kaki kanan), bergerak mengayun sepanjang lengan-bawah, sampai ke depan (tumpuan berat berpindah ke kaki kiri) sebelum kembali ke posisi normal, ready position.
  12. Balance.
    Tubuh bisa dengan tepat untuk melakukan pukulan berikutnya dengan nilai berhasil yang tinggi.
    Adalah dengan secepatnya kembali ke ready position sebelum pukulan berikutnya.
    Secepatnya kembali, adalah dengan mensinkronisasi gerak bola.
  13. Bermain dalam kecepatan. Think fast and watch it slowly!

Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.